00 : 00 – 12 : 00 Takengon – Aceh Tengah

Hari itu Sabtu, di suatu petang yang cerah pada akhir tahun 2017, saya bersama enam orang kawan berangkat dari Banda Aceh menuju salah satu perkampungan yang terletak di dataran tinggi Gayo. Menurut sejarah Perkampungan ini jadi pilihan pertama Belanda untuk percobaan menanam sebuah komoditi yang disebut kopi setelah seluruh tanah Aceh berhasil ditaklukkan pada masa lampau. Namun siapa sangka, perkampungan ini kini menjadi salah satu pemasok kopi terbesar di Indonesia.

Takengon, demikianlah perkampungan itu disebut.
Takengon terletak lebih 1200 meter di atas permukaan laut. Rata-rata penduduknya menggantungkan hidup dari hasil tangkap ikan danau Lut Tawar dan berkebun kopi. Disinilah saya menepi untuk membagi waktu bersama kawan-kawan. Melupakan sejenak rutinitas hari-hari biasa yang membosankan. Lebih kurang dua belas jam waktu kami habiskan disini. Tak lama memang. Namun banyak hal baru yang kami dapati. Menikmati kealamian sebuah perkampungan yang didalamnya dihuni oleh penduduk yang tetap menjaga kuat